Rabu, 29 Agustus 2012

Pembelajaran di Raudhatul Athfal


Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional pasal 1 ayat 14 bahwa Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
Pembelajaran merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang memadukan secara sistematis dan berkesinambungan suatu kegiatan. Kegiatan pembelajaran dapat dilakukan di sekolah maupun di luar sekolah. Kegiatan pembelajaran sebagai suatu proses harus berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran yang sesuai untuk anak usia dini di Raudhatul Athfal.
Pembelajaran di Raudhatul Athfal (RA) memiliki karakteristik khas. Kekhasan tersebut sesuai pertumbuhan fisik dan perkembangan psikologis peserta didi RA. Oleh sebab itu, pembelajaran di RA hendaknya memperhatikan bidang pengembangan, prinsip-prinsip dan asas-asasnya.
Bidang pengembangan RA meliputi dua pengembangan yaitu :
a.       Pengembangan Diri
Pengembangan diri merupakan kegiatan yang dilakuan secara terus menerus dan ada dalam kehidupan sehari-hari peserta didik sehingga menjadi kebiasaan yang baik. Bidang pengembangan diri dapat dilakukan melalui kegiatan berbaris, berdoa sebelum dan sesudah kegiatan, mengucapkan terima kasih dan meminta tolonng, pemberian teladan oleh guru, hafalan surat-surat pendek, dan sebagainya.
b.      Kompetensi Dasar
Bidang kompetensi dasar merupakan kegiatan yang dipersiapkan guru untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan tahap perkembangannya yaitu berbahasa, kognitif, fisik/motorik dan seni.
Dalam melaksanakan pembelajaran di RA, perlu memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut, yaitu :
a.       Bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain.
b.      Pembelajaran berorientasi pada perkembangan peserta didik.
c.       Pembelajaran berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
d.      Pembelajaran berpusat pada peserta didik.
e.       Pembelajaran menggunakan pendekatan tematik.
f.       Kegiatan pembelajaran dengan PAIKEM.
g.      Pembelajaran mengembangkan kecakapan hidup.
h.      Pembelajaran didiukung oleh lingkungan yang kondusif.
i.        Pembelajaran yang demokratis.
j.        Pembelajaran yang bemakna.
Adapun asas-asas pembelajaran di Raudhatul Athfal adalah :
a.       Asas apersepsi
Pembelajaran yang dilakukan guru hendaknya memperhatikan pengetahuan dan pengalaman awal agar peserta didik bisa mencapai hasil belajar secara optimal.
b.      Asas kekonkretan
Melalui interaksi dengan objek-objek nyata dan pengalaman konkret, pembelajaran perlu menggunakan media dan sumber belajar agar apa yang dipelajari peserta didik menjadi lebih bermakna.
c.       Asas motivasi
Belajar akan optimal jika peserta didik memiliki dorongan untuk belajar. Oleh sebab itu, pembelajaran hendaknya dirancang sesuai dengan kebutuhan, minat dan kemauna peserta didik. Misalnya : memberikan penghargaan, memajang setiap karya peserta didik di kelas.
d.      Asas kemandirian
Kemandirian merupakan upaya yang dimaksudkan untuk melatih peserta didik dalam memecahkan masalahnya. Oleh sebab itu, pembelajaran hendaknya dirancang untuk mengembangkan kemandirian peserta didik, misalnya tata cara makan, menggosok gigi.
e.       Asas kerjasama (kooperatif)
Kerjasama menjadi asas karena dengan bekerja sama keterampilan social peserta didik akan berkembang optimal. Oleh sebab itu, pembelajaran hendaknya dirancang untuk mengembangkan keterampilan sosial peserta didik misalnya bertanggung jawab terhadap kelompok.
f.       Asas perbedaan individu
Perbedaan individu menjadi asas karena setiap peserta didik itu bersifat unik, berbeda dengan peserta didik yang lain. Oleh sebab itu, pembelajaran hendaknya memperhatikan perbedaan individu misalnya perbedaan kemampuan.
g.      Asas keterpaduan
Korelasi menjadi asas karena aspek pengembangan yang satu dengan aspek pengembangan yang lain saling berkaitan. Oleh sebab itu, pembelajaran di RA dirancang dan dilaksanakan secara terpadu. Misalnya pengembangan bahasa berkaitan dengan pengembangan kognitif.
h.      Asas belajar sepanjang hayat.
Belajar sepanjang hayat menjadi asas karena proses belajar peserta didik tidak hanya berlangsung di RA tetapi sepanjang hayat peserta didik. Oleh sebab itu, pembelajaran di RA hendaknya diupayakan untuk membekali peserta didik agar bisa belajar sepanjang hayat dan mendorong peserta didik selalu ingin dan berusaha belajar kapan pun dan dimana pun.
Sumber : Direktorat Pendidikan Madrasah Dirjen Pendis DEPAG RI.2007.Kurikulum Raudhatul Athfal (RA), Model Pembelajaran.Jakarta;Tidak diterbitkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar